Warga Desa Mulyasari Ciampel Karawang Keluhkan Pembakaran Limbah Busa Dekat Citarum

Industri, Lingkungan1,063 kali dilihat

KARAWANG CENTER – Warga Desa Mulyasari, Ciampel Karawang mengeluhkan limbah busa di wilayahnya. Selain berbau, limbah itu juga mencemari sungai dan saluran irigasi.

“Limbah busa ini ditumpuk di dekat saluran pembuangan menuju Citarum. Limbah ini bau menyengat hidung,” kata Asep Hermawan, Kades Mulyasari, saat ditemui Senin (23/11/2020).

Pantauan di lokasi, tumpukan busa kasur nampak berserakan dan menggunung. Di beberapa bagian, nampak busa-busa hangus bekas terbakar. Asap tipis mengepul di sela tumpukan busa. Kerak hitam busa hangus nampak terbawa air selokan yang terhubung ke Citarum.

Baca Juga :  Dinkes Karawang: Banyak Perusahaan Menutupi Kasus Positif Karyawannya, Kenapa?

“Aktivitas pembakaran ini terjadi sejak 5 bulan lalu. Biasanya pembakaran terjadi saat malam hari. Baunya merebak ke udara dan tercium warga sekitar. Kami sudah banyak mendapat keluhan warga,” kata Asep.

Asep mengatakan, berdasarkan informasi masyarakat, limbah busa itu berasal dari gudang penampungan limbah busa kasur. “Dalam gudang itu, limbah busa disortir, yang berkualitas baik dijual, yang buruk dibakar,” ungkap Asep.

Baca Juga :  9 Manfaat Tersembunyi Omnibus Law Cipta Kerja

Pemilik gudang sortir itu, ungkap Asep dikabarkan menampung limbah busa dari PT Zinus Global Indonesia, perusahaan produsen matras dan kasur berskala global. Perusahaan itu membuat kasur yang dipasarkan di Eropa dan Amerika. Beragam prodak Zinus biasa dijual melalui situs Walmart dan Amazon.

“Saya harap setiap pihak terkait limbah ini lebih baik dalam menangani limbah. Jangan dibakar sembarangan karena mengganggu lingkungan. Apalagi dekat Citarum. Karena Zinus adalah perusahaan global yang seharusnya lebih baik menangani limbah mereka,” kata Asep. (mud/mud)

Artikel Terkait

Jangan ketinggalan berita ini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Feed Berita