PL yang Layani Threesome di Karawang Dijual Adik Kandungnya Sendiri

Kriminal2,108 kali dilihat

KARAWANG CENTERTutupnya tempat hiburan malam saat pandemi Corona disinyalir membuat sejumlah pelaku bisnisnya nekat. Dua pemandu lagu (PL) di Karawang melayani threesome. Muncikarinya ternyata adik kandung salah satu PL.

“Pelaku berinisial F. Dia menjajakan kakaknya sendiri sebagai PSK. Dia juga menjajakan beberapa teman perempuannya,” kata kata Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Karawang Iptu Ade Saepudin.

Bank BJB KPR

Ade menuturkan, mulanya F dan kakaknya bekerja sebagai pemandu lagu di tempat karaoke. Namun karena tempat hiburan malam ditutup saat pandemi, ia disinyalir mencari jalan lain mencari uang.

“Pelaku F sebetulnya seorang PL (pemandu lagu). Namun saat pandemi, ia akhirnya terjun di bisnis prostitusi online. Ia menjajakan perempuan melalui whatsApp. Termasuk menjajakan temannya sesama PL dan kakak kandungnya sendiri,” kata Ade.

Baca Juga :  Polres Karawang Gelar Apel Pasukan Operasi Lilin Lodaya Menjelang Hari Natal 2020 dan Tahun Baru 2021

Transaksi terakhir F dengan kliennya terjadi pada Jumat lalu. Saat itu ia mengatur transaksi seorang pria hidung belang yang memesan dua PSK untuk diajak tidur di hotel.

“Saat itu, F menyediakan Y kakak kandungnya sendiri dan seorang temannya kepada seorang pria untuk threesome,” kata Ade.

Polisi lantas menggerebek Y dan kawannya dengan seorang pria dalam sebuah kamar hotel di wilayah Karawang Barat. Polisi juga menemukan bukti berupa alat kontrasepsi, dan struk pemesanan hotel. Saat digerebek mereka tanpa busana.

Baca Juga :  Pemusnahan Barang Bukti Minuman Keras (Miras) Hasil Ops Cipta Kondisi 2020

Tak jauh dari hotel, polisi menangkap F yang sedang menunggu kakaknya melayani tamunya. Dari tangan F, polisi menyita uang Rp 2 juta dan ponsel yang biasa digunakan untuk berbisnis sebagai muncikari.

Dihubungi terpisah Wawan Wartawan, Ketua Komnas Perempuan dan Anak Kabupaten Karawang menuturkan, situasi pandemi membuat para pekerja di tempat hiburan malam kehilangan pendapatan.

“Lantaran kesulitan ekonomi, para pekerja malam ini sampai nekat menjajakan dirinya sebagai PSK,” kata Wawan saat dihubungi via telepon, Rabu (6/5/2020).

Wawan menuturkan, saat pandemi ini, para pemandu lagu bahkan terapis eks hotel atau spa nekat beralih tempat praktiknya ke hotel dan tempat kos. “Corona tidak membuat mereka takut dan nekat mencari uang dengan cara di luar nalar kesehatan saat ini,” katanya.

Baca Juga :  Dilarang Pemerintah, FPI Karawang: Tinggal Bikin Front Pejuang Islam

Ia berharap, aparat di Karawang intens melakukan penyisiran hotel, tempat penginapan maupun kos-kosan yang dipakai mereka. “Sebab praktik terselubung semacam ini masih ada ceruk pasarnya meski sedang pandemi. Dan hal ini bisa jadi menambah risiko penyebaran corona. Karena tamunya kan bisa dari mana saja,” ujar Wawan.

“Memang pandemi COVID-19 menjadi dilema dalam sisi penegakan hukum, mereka yang terdampak secara ekonomi memilih jalan untuk menjajakan diri melalui jejaring online,” Wawan menambahkan.

(ern/ern)

Artikel Terkait

Jangan ketinggalan berita ini!

Tinggalkan Balasan