Kasus Penyiksaan Warga Karawang, Pelaku Perkosa Korban hingga Melahirkan dan Jual Anaknya

Kriminal4,028 kali dilihat

KARAWANG CENTER – Kasus penyiksaan dan pemerkosaan telah menimpa kepada salah satu warga Karawang, Jawa Barat yang merantau menjajaki karir di Ibu Kota.

Warga Karawang tersebut menjadi korban penyiksaan dan pemerkosaan untuk memuaskan nafsu birahi majikannya.

Korban berinisial M diketahui berumur 15 tahun saat menjajaki karirnya yang berprofesi sebagai pembantu rumah tangga di Cengkareng, Jakarta Barat.

Korban penyiksaan dan pemerkosaan tersebut merupakan warga Karawang yang bertempat tinggal di Kampung Sambirata RT10 /RW03 Desa Sukajaya, Cilamaya Kulon.

“Pelaku melakukan intimidasi penyiksaan kepada korban lalu memperkosa korban hingga Hamil dan melahirkan seorang bayi perempuan kemudian bayi tersebut ada yang mengambilnya,” kata Tim Advokad HAM Barisan Nasionalis Pancasila, Ahmad Fanani kepada Karawangpost, Minggu, 22 Mei 2022.

Baca Juga :  Mahasiswa dan Forum Aktivis Islam Kompak Dukung Kejari Karawang Usut Dana Pokir Rp600 Miliar

Fanani yang juga paralegal LBHI Jakarta mengungkapkan, bahwa Korban warga Karawang itu tercatat merantau bekerja di ibu kota pada tahun lalu, tepatnya pada bulan Maret 2021.

Menurut keterangan korban, lanjut Fanani, pada bulan Maret 2021, korban yang sudah bekerja menjadi pembantu rumah tangga dengan gaji sebesar dua juta rupiah.

“Namun, setelah bekerja selama tiga bulan kerja di bulan selanjutnya tidak diberi gaji malah di kasih kontrakan untuk ditempati,” kata Fanani menurut keterangan korban.

Fanani menjelaskan, menurut pengakuan korban, pelaku terus memaksa dan mengancam korban untuk memuaskan nafsu birahinya di kontrakan tersebut kalau mau diberi gaji.

“Kalau kamu mau gaji layani saya,” jelas Fanani.

Fanani mengatakan, korban penyiksaan dan pemerkosaan itu telah melahirkan seorang anak perempuan di Rumah Sakit Cengkareng.

Baca Juga :  Terlilit Hutang, Pegawai Minimarket Bobol Ratusan Juta dari Brangkas Toko

Namun, tidak lama berselang waktu bayi perempuan korban tersebut diambil oleh orang tak dikenal diduga telah dijual oleh pelaku.

“Setelah satu minggu korban melahirkan, bayi perempuan itu diambil oleh orang tak dikenal berperawakan perempuan atau ibu-ibu di kontrakan,” kata Fanani menurut penjelasan korban.

Fanani mengungkapkan dari pengakuan korban, setelah setengah bulan melahirkan korban dipaksa melayani nafsu birahi pelaku lagi. Namun, terjadi keributan dan tetangga yang mantau melaporkan ke pihak berwajib.

“Kondisinya saat itu mencurigakan lalu tetangga melaporan kepada Polsek Cengkareng akhirnya, dikabarkan pelaku sudah ditangkap di Polsek,” ujarnya

Kemudian, atas kejadian tersebut keluarga korban melaporkan kepada paralegal LBH Jakarta untuk tindak lanjut penangkapan dan pendalaman kasus tersebut.

Baca Juga :  Polres Karawang Bongkar Aksi Penipu Berkedok Jual Smartphone di Bawah Harga Pasaran

Fanani mengungkapkan, dirinya sebagai paralegal tentang kriminal memikirkan masa depan korban dan anaknya.

“Saat saya ke lokasi tempat tinggal korban melihat kondisinya disini sangat menyedihkan dan pihak desa juga tidak terima warganya menjadi korban penyiksaan dan pemerkosaan,” ujarnya.

Kemudian, Fanani mengatakan, kondisi psikologis korban penyiksaan dan pemerkosaan terlihat sangat tertekan dan sering melamun.

“Saya tidak main-main mengawal nasib korban yang warga Karawang ini, sepertinya penanganan psikologis dan pihak kepolisian juga harus mengusut tuntas kasus korban dan anak,” ujarnya.***

PenulisSumber
Pikiran Rakyat
https://karawangpost.pikiran-rakyat.com/karawangin/pr-1424540238/kasus-penyiksaan-warga-karawang-pelaku-perkosa-korban-hingga-melahirkan-dan-jual-anaknya?page=all

Penting! Himbauan Covid-19

KC Ad

Artikel Terkait

Jangan ketinggalan berita ini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Feed Berita