Angin Kencang Terjang Kecamatan Tirtajaya Banyak Rumah Ambruk

Bencana Alam, Pemerintah1,269 kali dilihat

KARAWANG CENTER – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang Yasin Nasrudin menyampaikan bahwa potensi bencana di Karawang yang paling sering terjadi adalah banjir.

Ia mengatakan, personel BPBD Karawang telah siap mengantisipasi bencana banjir yang kerap datang di akhir tahun. Mengenai cadangan logistik ia memastikan persediaan masih cukup, meskipun saat ini terbagi untuk penanganan pandemi Covid-19.

“Ya, barangkali ada saluran yang terhambat itu tolong dikerjabaktikanlah,” pesannya.

Sementara, Prakirawan Cuaca BMKG Bandung Yan Firdaus Permadhi mengatakan, beberapa daerah di Jabar memiliki potensi bencana banjir dan longsor menjelang perubahan cuaca ke musim hujan. Sementara itu, puncak musim hujan di Jawa Barat diprediksi terjadi pada Januari-Februari 2021.

Baca Juga :  DPR RI Saan Mustopa : Solusi Banjir Karawang, Segera Normalisasi Sungai

“Sejauh ini untuk wilayah Jawa Barat, yang paling rentan terkena bencana hidrometeorologi (akibat fenomena La Nina) adalah daerah Jabodetabek juga wilayah yang terlewati oleh DAS (Daerah Aliran Sungai) Citarum memiliki kerentanan yang tinggi,” kata Yan.

Ia melanjutkan, masyarakat juga diharapkan dapat lebih siap dan antisipatif terhadap kemungkinan dampak musim hujan.

“Seperti menjaga kesehatan dan lingkungan tempat tinggal masing-masing sehingga mengurangi tingkat kerawanan bencana hidrometeorologis,” kata Yan.

Dia mengatakan, masyarakat juga penting untuk tidak panik dan mencari informasi peringatan dini cuaca.

“Jangan panik dan mudah termakan berita hoaks dengan selalu memantau informasi yang dikeluarkan oleh BMKG, terutama terkait dengan peringatan dini cuaca dan tinggi gelombang,” pungkasnya.

Baca Juga :  Ini Jalur Alternatif Mudik Lebaran 2022 untuk Motor yang Disiapkan Bila Jalan Arteri di Karawang Padat

Diketahui, sejak Januari hingga bulan ini, setidaknya ada tiga rumah roboh setelah diguyur hujan deras dan angin kencang di Kecamatan Tirtajaya.

Kali ini, peristiwa nahas tersebut menimpa Rusli, warga Dusun Jamantri II, Desa Sabajaya, Kecamatan Tirtajaya, ambruk. Beruntung tidak ada korban jiwa.

Ikhwan Lubis, anggota Penanggulangan Bencana Wilayah Tirtajaya mengatakan, hujan disertai angin menerpa Dusun Jamantri II, sekitar pukul 03.00 WIB. Tidak berapa lama kemudian, satu rumah roboh.

“Saat rumah roboh, penghuni rumah tidak ada di rumah, orangnya lagi kerja (sebagai) tukang sampah di Bekasi,” jelasnya, Minggu (8/11).

Baca Juga :  Penyerahan Sertifikat Tanah Secara Simbolis Oleh Bupati Karawang

Ia melanjutkan, meski tidak ada korban jiwa, namun korban terdampak akibat kejadian itu sebanyak satu keluarga dengan empat orang penghuni rumah. Dia mengungkapkan, kerugian atas peristiwa itu diperkirakan Rp30 juta.

“Lokasi kejadian di Dusun Jamantri II RT 011/004, Desa Sabajaya, Kecamatan Tirtajaya,” ujarnya. Atas kejadian tersebut, pihaknya bersama Muspika dan aparatur desa setempat turut mengunjungi titik kejadian. “Logistik pakaian, peralatan dapur dan logistik lainnya sangat diperlukan,” tandasnya. (RK)


Penting! Himbauan Covid-19

KC Ad

Artikel Terkait

Jangan ketinggalan berita ini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Feed Berita