Keikhlasan Andiani Pencinta Satwa “Penyelamat” Monyet Tak Terawat dari Karawang

Pendidikan, Sosial1,023 kali dilihat

KARAWANG CENTER – Siapa sangka monyet lucu nan sehat di Karawang ini dulunya merupakan monyet terlantar yang dibuang manusia? Ada kisah panjang di balik penyelamatan primata tersebut.

Di tengah pemukiman penduduk di pinggiran Karawang, hidup delapan ekor monyet ekor panjang dan seekor beruk. Mereka bersembilan hidup di rumah milik Andiani, seorang pecinta satwa yang mengurus mereka.

Bank BJB KPR

Ketika mampir ke rumah itu, Rabu (13/10/2020) siang, monyet-monyet itu memberikan sambutan luar biasa. Mereka melompat-lompat dan berteriak seolah mengucapkan selamat datang.

Terlihat sehat dan terawat, Andiani yang akrab dipanggil Andi itu menceritakan bahwa dulunya monyet-monyet peliharaannya ini tak terawat. Monyet-monyet itu ia selamatkan dari kondisi yang memprihatinkan.

“Suatu hari saya bertemu George (salah satu monyet yang ia selamatkan) dari seorang penjual monyet, ketika saya dalam perjalanan pulang kerja. Dia (George) mau dijual ke topeng monyet, dimasukkan ke dalam keranjang buah,” Andi bercerita.

Baca Juga :  Relawan Wakil Bupati Terpilih Salurkan Bantuan Kepada Warga Desa Amansari Rengasdengklok

“Saya kasihan, jadi saya ambil, saya beli. Nah itu awalnya saya tidak mengerti sama sekali cara untuk handlenya. Yang jelas saya merawat dia dengan baik, mengikuti kata hati saya saja,” ujarnya.

Andiani, seorang pecinta satwa yang mengurus monyet-monyet terlantar di Karawang. (Rifkianto Nugroho)
Andiani, seorang pecinta satwa yang mengurus monyet-monyet terlantar di Karawang. (Rifkianto Nugroho)

Sebagai pecinta satwa, Andi mulanya hanya mengurus kucing-kucing terlantar atau satwa lainnya seperti otter. Namun berbekal hati yang tulus untuk merawat monyet, ia memberanikan diri untuk mengasuh George.

Andi mendidik George, memberikannya nutrisi dari makanan dan susu, serta mengajak George bersosialisasi dengan monyet lainnya. Andi mengatakan bahwa George ini dulunya amat kesepian dan tinggal bersama kucing sampai-sampai George menyusu juga pada kucing.

Sukses dengan George, Andi pun mencoba menemukan dan merawat monyet-monyet terlantar lainnya. Misalnya Piboi yang dulu bulunya dicukur habis. Lalu Monic yang dibuang karena pemiliknya menganggapnya kurang cantik, dan Bombom yang dianggap terlampau nakal.

Baca Juga :  Peletakan Batu Pertama Pembangunan Rumah Susun Pondok Pesantren Annihayah Karawang

“Bombom itu diselamatkan dari Taman Holis Bandung. Itu kondisinya ketika di taman benar-benar yang tidak terawat, kusut, kucel, bau, kurang makan, pokoknya sangat mengenaskan,” ia bercerita.

“Awalnya yang saya dengar, dia itu punya orang. Masih kecil disayang, dirawat, umur 2 atau 3 tahun kan mulai nakal, dibuanglah ke taman. Sempat diambil lagi tapi dia (pemiliknya) tidak sanggup handlenya. Terus dibuanglah lagi di taman,” katanya.

Karena tak tega, Andi kemudian membawanya pulang. Saat itu Bombom begitu arogan karena selama di taman ia kelaparan dan berontak. Ia pun sering dilempari batu oleh anak-anak. Tapi, Andi berusaha untuk membuatnya lebih jinak dengan memberikan makanan cukup dan kasih sayang layaknya ibu kepada anak.

Baca Juga :  Geger Tawuran Saling Bacok Anak SMK di Karawang Meletup di Karangpawitan

“Alhamdullilah di tangan saya, saya bisa membuktikan bahwa monyet yang tadinya galak dan tidak terawat bisa bersosialisasi dan beradaptasi dengan manusia,” dia mengucapkan.

Orang-orang pun takjub dengan perubahan monyet-monyet terlantar tadi. Monyet-monyet itu sudah bersih dan tidak bau. Bahkan, monyet itu sudah bisa diajak jalan-jalan ke mall sampai pesta pernikahan.

Bagi Andi, kuncinya dalam merawat satwa itu adalah memiliki tujuan yang baik. Ia pun berharap bagi siapapun yang ingin memelihara satwa jangan tergiur dengan kelucuannya saja tetapi juga harus memikirkan dampak jangka panjangnya.

“Satwa dapat kita handle yang penting niatnya baik dan caranya tepat. Pelajari dulu dan pikirkan, kira-kira 10 tahun lagi masih bisa merawatnya atau tidak, dan akan di kemanakan setelahnya,” kata dia.

Artikel Terkait

Jangan ketinggalan berita ini!

Tinggalkan Balasan

1 komentar