Terlilit Hutang, Pegawai Minimarket Bobol Ratusan Juta dari Brangkas Toko

Ekonomi, Kriminal3,213 kali dilihat

KARAWANG CENTER – Seorang pegawai minimarket berinisial WSP (29) membobol uang yang ada di brangkas toko tempatnya bekerja. Ia nekat menggondol uang ratusan juta rupiah yang seharusnya ia jaga dengan alasan terlilit hutang.

Aksi pelaku terbongkar dan kini ia harus mendekam di sel tahanan Polres Karawang.

Bank BJB KPR

“Tersangka berinisial WSP (29) sudah bekerja selama dua tahun. Aksi kejahatan itu dilakukan karena terlilit utang,” kata Kapolres Karawang AKBP Rama Samtama Putra saat ekspos pengungkapan kasus kejahatan di Mapolres Karawang dilansir Antara, Kamis (25/3/2021).

Baca Juga :  Produk Prancis di Karawang Akan Ditarik dari Pasaran

Ia mengatakan tersangka sebenarnya sudah bekerja selama dua tahun, tapi nekat membobol brankas toko minimarket yang seharusnya dijaganya.

“Tersangka WSP (29) asal warga Sirna Mulya, Karawang ini, kami tangkap karena membobol isi brankas sebuah toko minimarket di Alfamart Pasar Johar, Kelurahan Karawang Wetan, Kecamatan Karawang Timur, Karawang belum lama ini,” katanya.

Baca Juga :  Imigrasi Karawang Tangkap 5 WN India Palsukan Dokumen demi Terbang ke Jepang

Sesuai dengan hasil pemeriksaan sementara, tersangka mengakui kalau motif aksi pencurian adalah ekonomi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Pelaku juga banyak utang. Makanya dia berbuat hal seperti itu,” katanya.

Barang bukti yang berhasil disita dalam kasus itu ialah uang tunai sekitar Rp 97 juta berikut tiga buah obeng digunakan untuk menyamarkan perbuatannya serta mengelabui pemilik toko serta temannya bahwa toko itu telah dibobol oleh orang lain.

Baca Juga :  100 Hari Kerja Cellica-Aep Kebut Bantuan UMKM dan Ciptakan Banyak Lapangan Kerja

“Dari total kerugian materi Rp 160 juta, kita menyita uang tunai sekitar Rp 97 juta. Sebagian uang yang belum ditemukan berkisar Rp 63 juta, masih terus kita lakukan pendalaman dan penyelidikan untuk dapat kita temukan sisa uang itu,” kata Kapolres.

Akibat perbuatannya, tersangka terancam Pasal 363 KUH Pidana tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman kurungan penjara selama tujuh tahun.

Artikel Terkait

Jangan ketinggalan berita ini!

Tinggalkan Balasan