Desa Kutanegara Terancam Hilang dari Peta Karawang

Industri, News964 kali dilihat

KARAWANG  CENTER – Desa Kutanegara, Kecamatan Ciampel terancam hilang dari peta wilayah Kabupaten Karawang. Sebab, lahan di desa tersebut terus menerus diincar untuk perluasan Kawasan Industri Surya Cipta.

Demikian dikatakan Ketua Karang Taruna Desa Kutanegara, Narsam Supriyatna, dikutip dari pikiran-rakyat.com, “Pengelola Kawasan Industri Surya Cipta akan membeli lahan milik warga di Kampung Cigembol. Jika tanah itu berpindah tangan dan menjadi kawasan industri diperkirakan ada sekitar 200 KK yang harus hengkang dari Desa Kutanegara,” ujar Narsam.

Bank BJB KPR

Disebutkan pula, jika hal itu terjadi maka Desa Kutanegara tidak layak lagi menjadi sebuah desa karena jumlah warga dan luas lahannya terus berkurang. Pada akhirnya Desa Kutanegara bakal berubah total menjadi kawasan industri.

Menurut Narsam, bukan hal yang mustahil Desa Kutanegara akan dihapuskan secara administratif dari wilayah Kabupaten Karawang karena penduduknya sudah tidak ada lagi. “Apa mungkin ada desa tanpa penduduk,” ujarnya.

Baca Juga :  Investasi di Karawang pada triwulan kedua capai Rp12,554 triliun

Disebutkan, saat ini, masyarakat Kutanegara ada sekira 3.000 KK. Mereka tinggal di Kampung Cidampa, Ciparay, Cigembol, Sumur Batu, serta Kampung Tanjakan Pacul.

Sementara lahan yang masih tersisa dan digarap warga setempat hanya tinggal 10 hektare. “Perluasan kawasan industri terus-menerus menggerus lahan di desa kami. Jika tidak dicegah, lahan di desa ini akan habis untuk pabrik,” ujarnya.

Dikatakan, sebagai generasi muda, karang taruna desa setempat akan berjuang agar warga yang lahannya dibeli pengelola kawasan tidak pindah ke desa lain. Mereka akan diupayakan tetap menetap dan membangun rumah baru di Kutanegara.

Bahkan, lanjut Narsam, jika perlu warga harus mempertahankan lahannya supaya tidak berpindah tangan kepada pengelola industri. “Karang Taruna akan memperjuangkan agar warga tidak menjual lahannya. Sebab jika tidak dilawan, Desa Kutangera akan hilang dari peta Karawang, ” katanya.

Baca Juga :  Gubernur Jabar Lepas Ekspor 20 Ton Kelapa Parut Kering ke Arab Saudi

Disebutkan pula, para pemuda setempat akan mendesak Pemkab Karawang untuk membatasi perluasan Kawasan Industri Surya Cipta. Dengan demikian masyarakat Desa Kutanegara tidak akan terus tergusur. “Masyarakat Desa Kutanegara menolak penghapusan desa. Kami akan bertahan di sini,” tuturnya.

Ditemui terpisah, Kepala Desa Kutanegara Amin mengatakan, masyarakat Kutanegara terdiri dari 3.000 KK. Mereka menempati lahan yang masih tersisa sekira 10 hektar. “Desa kami memang berbatasan langsung dengan Kawasan Industri Surya Cipta. Setiap ada perluasan kawasan, lahan desa ini yang diincar,” papar Amin.

Namun demikian, lanjut Amin, Pemerintah Desa Kutangera akan berjuang agar Pemkab Karawang tidak mengakomodir keinginan pengelola kawasan dan menghapus Desa Kutanegara.

Dia menuturkan, pemerintah desa akan melakukan komunikasi dengan Pemerintah Kecamatan Ciampel agar memfasilitasi dialog dengan pihak Pemkab. Intinya warga desa tidak mau Desa Kutanegara dihapus dari peta.

Baca Juga :  Kecamatan Banyusari Adakan Penyemprotan Disinfektan Untuk Cegah Covid-19

Selain itu, pemerintah desa akan menggalakkan sosialisasi kepada masyarakat agar lahan yang tersisa dipertahankan. “Memang seharusnya Pemkab Karawang membatasi perluasan Kawasan Industri Surya Cipta agar masyarakat tetap bisa menempati tempat tinggalnya masing-masing,” kata Amin.

Sementara itu, Pelaksana tugas Camat Ciampel Yasin mengungkapkan, dirinya belum mengetahui permasalahan yang terjadi di Desa Kutanegara karena dia baru mengemban tugas kurang dari satu bulan.

“Belum dengar masalah itu. Apalagi belum ada laporan masuk ke kecamatan. Namun demikian pihak Muspika akan mempertahankan agar Desa Kutanegara tidak hilang,” katanya.

Menurut Yasin, Desa Kutanegara harus tetap ada meskipun ada pengembangan Kawasan Industri Surya Cipta. “Saya kira Pemkab Karawang berkomitmen untuk mempertahankan lahan pertanian dan lahan masyatakat,” ujarnya.

(amr)

Artikel Terkait

Jangan ketinggalan berita ini!

Tinggalkan Balasan

Feed Berita