Rumah Sakit di Karawang Penuh, Perusahaan Bisa Sewa Hotel Untuk Isolasi Karyawan

Covid-19, Industri677 kali dilihat

KARAWANG CENTERDi tengah badai wabah corona, bisnis hotel di Karawang sempat lesu. Namun saat ini, ada celah usaha. Perusahaan yang buruhnya positif bisa menyewa hotel untuk ruang isolasi. Hal itu untuk menyiasati ruang perawatan pasien positif corona yang penuh di sejumlah rumah sakit di Karawang.

“Situasi penuhnya ruang perawatan di rumah sakit bisa jadi angin segar untuk pelaku usaha perhotelan. Perusahaan yang terkena wabah bisa menghubungi Satgas. Kami bisa carikan hotel yang siap dan layak,” kata Fitra Hergyana, Jubir Satgas Penanganan COVID-19 Karawang melalui telepon, Jumat (4/12/2020).

Fitra menuturkan saat ini sudah ada tiga hotel di Karawang yang menampung pasien positif corona. Di tiga hotel itu, pasien diisolasi dan dirawat hingga kondisinya membaik.

Baca Juga :  Gubernur Jabar Kunjungi Karawang Tinjau Penanganan Covid-19

Fitra mengatakan, di Hotel Grand Citra misalnya, terdapat puluhan pekerja positif corona dari klaster perkantoran yang dirawat di sana. “Pihak perusahaan menyewa Hotel Grand Citra untuk mengisolasi buruh mereka. Hal itu karena rumah sakit dan hotel tempat menampung pasien sudah penuh. Bahkan saat ini, ruang merawat pasien positif sudah waiting list (daftar tunggu),” ungkap Fitra.

Sebetulnya, sejak sebulan lalu, Pemkab Karawang telah menyewa satu hotel untuk merawat pasien positif. Hotel Grand Kenari di Telukjambe Timur dipilih dan saat ini menampung 44 pasien.

Namun, karena jumlah positif terus ditemukan, Pemkab menyewa satu hotel lainnya, yaitu Hotel Grand Noeri, di sana sudah menampung 45 pasien positif.

Baca Juga :  Di Masa Pandemi, Ekonomi Digital Jabar Tumbuh 40 Persen

“Meski dua hotel telah disewa, ruangan dan kasur pasien corona di rumah sakit rujukan masih saja penuh. Sekarang saja ada 40 pasien corona yang waiting list,” ungkap Fitra.

Melihat situasi itu, kata Fitra, tak ada salahnya jika perusahaan menyewa tempat isolasi untuk merawat pegawai mereka. Fitra berharap, hal itu bisa membantu bisnis hotel di Karawang kembali bangkit.

“Ini juga bisa membantu iklim usaha perhotelan di Karawang,” tutur Fitra.

Sejak corona mewabah di Karawang 10 bulan lalu, bisnis hotel di Karawang terpuruk. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Karawang mencatat, sekira 2 ribu kamar di 14 hotel berbintang di Karawang sempat kosong.

Baca Juga :  Kontribusi Gabungan Pengusaha Konstruksi Untuk Masa Depan Pembangunan di Karawang

Adapun kerugian jasa akomodasi pariwisata di Karawang akibat pandemi corona mencapai Rp 300 miliar lebih. Tingkat hunian hotel di Karawang merosot hingga ke titik terendah, yakni hanya 5 persen dari total kamar yang tersedia.

“Setelah dihitung, potensi kerugian sempat mencapai Rp 300 miliar. Okupansi atau tingkat hunian hotel menurun drastis, restoran dan fasilitas pendukung lainnya sempat tutup karena sepi,” ujar Ketua BPC PHRI Karawang, Gabryel Alexander.

(mud/mud)


Penting! Himbauan Covid-19

KC Ad

Artikel Terkait

Jangan ketinggalan berita ini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Feed Berita