Pemuda di Karawang Memproduksi Briket Organik Omset 300 Juta per Bulan

Ekonomi1,370 kali dilihat

KARAWANG CENTER – Pemuda di Karawang memproduksi arang batok kelapa menjadi briket organik dan mengekspornya ke sejumlah negara Eropa dan Timur Tengah.

Ia memproduksi briket organik dan mengekspornya ke sejumlah negara Eropa dan Timur Tengah. Omzetnya mencapai sekira 20 ribu U$D per bulan atau sekira Rp 292 juta menurut kurs saat ini.

Baca Juga :  Masa Depan Cerah! Produk UMKM Jabar Dapat Masuk Hotel Berbintang

Briket buatan Adi memang berbeda dengan briket buatan Cina yang beredar di pasaran. Adi bercerita, briket arang kelapa buatannya dibuat tanpa campuran bahan kimia. Setelah menumbuk arang kelapa, ia mencampurkan tepung tapioka sebagai bahan perekat. Setelah dipanggang, briket lalu dicetak dan dipotong dadu.

Ketekunan Adi memproduksi briket organik membuatnya berkontribusi ke perekonomian warga sekitar. Ia mempekerjakan 36 pemuda dan puluhan ibu ibu untuk membuat dan mengemas briket.

Baca Juga :  Pasokan dari Pasar Induk Aman, Warga Karawang Jangan Belanja Berlebihan Menjelang Ramadan

Setelah empat tahun membuat briket, Adi dan timnya bisa memproduksi 20 ton briket sepekan. Padahal pada 2016, saat ia memulai usahanya, Adi hanya mampu membuat 3 kuintal sehari.


Penting! Himbauan Covid-19

KC Ad

Artikel Terkait

Jangan ketinggalan berita ini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *