Pemuda di Karawang Memproduksi Briket Organik Omset 300 Juta per Bulan

Ekonomi2,007 kali dilihat

KARAWANG CENTER – Pemuda di Karawang memproduksi arang batok kelapa menjadi briket organik dan mengekspornya ke sejumlah negara Eropa dan Timur Tengah.

Ia memproduksi briket organik dan mengekspornya ke sejumlah negara Eropa dan Timur Tengah. Omzetnya mencapai sekira 20 ribu U$D per bulan atau sekira Rp 292 juta menurut kurs saat ini.

Bank BJB KPR

Briket buatan Adi memang berbeda dengan briket buatan Cina yang beredar di pasaran. Adi bercerita, briket arang kelapa buatannya dibuat tanpa campuran bahan kimia. Setelah menumbuk arang kelapa, ia mencampurkan tepung tapioka sebagai bahan perekat. Setelah dipanggang, briket lalu dicetak dan dipotong dadu.

Baca Juga :  Ketua TP PKK Terima Bantuan Susu Formula, Pampers dan Masker dari PKK Provinsi Jabar

Ketekunan Adi memproduksi briket organik membuatnya berkontribusi ke perekonomian warga sekitar. Ia mempekerjakan 36 pemuda dan puluhan ibu ibu untuk membuat dan mengemas briket.

Setelah empat tahun membuat briket, Adi dan timnya bisa memproduksi 20 ton briket sepekan. Padahal pada 2016, saat ia memulai usahanya, Adi hanya mampu membuat 3 kuintal sehari.

Artikel Terkait

Jangan ketinggalan berita ini!

Tinggalkan Balasan